Minggu, 31 Oktober 2010

kegalauan putih abu-abu




ditembok itu pernah qt tuliskan nama dengan penuh harapan, dengan penuh rasa ego seakan pagar yang tertancap sebagai mainan ntuk slalu qt lompati. ingat akan karya-karya yang pernah kita ukir di kanvas putih abu-abu yang slalu mnjadi kerinduan akan akan senyuman hangat kalian...
berlari seakan tak ada ujung untuk slalu mengisi hari-hari indah itu, tawamu, tangismu, bahkan lukamu slalu q ingat.. 
kawan... kpnkah kita akan berbagi lagi saat-saat seperti dlu akankah menunggu hingga malaikat menjmput qt? harapan dalam hati sangat menggebu-gebu seakan tak tertahan lagi saat melihat foto kusam qt... ingin rasanya berbagi dengan kalian yang salau menghapuskan sedih dengan tawa indah... percayalah hati qt masih sama hati yang slalu rindu dan berbagi....
smakin q merunduk akan tak tampak cahaya itu. berdri menelusuri jalan ini seakan pengwal dibelakangq slalu siap menjaga raga  ini... q harus slalu bermain api dengan persiapan segudang air agar semua bisa q atasi, percaya harapan itu masih ada selama niat tulus menyertaimu...