Sabtu, 08 Januari 2011

Kenangan satu April 05

Sebelum teman-teman membacanya perlu diketahui cerita ini kisah nyata dan cerita pendek ini gabungan dua bahasa yaitu bahasa Malaysia dan Indonesia mudah-mudahn bias dimengerti…

Kisah Cinta Satu April
(Lily KyraAnatasia/Malaysia)

Ingatan itu selalu terlintas, waktu itu kehadirannya sangat membantu untuk mengembalikan senyuman ceriaku yang dulu sempat kaku akan tengilnya oleh permainan cinta yang mengkhianati cinta tulusku... kedatangannya  memberi warna baru setelah bertahun-tahun aku merasa sepi dalam cinta dan kini dia hadir.. suasana itu masih kurasakan indahnya saat dia menggandengkan tanganku menikmati tiap waktu untuk selalu bersama-sama, dia selalu membangunkan ku tatkala terjatuh.. waktu itu tepat tanggal 1 April 2005 aku sempat bercandakan dia kalau aku akan pergi jauh karena sakitku yang parah (niat hati akan kenakan dia di APRILFOOL) dan kemarahan dia mengatakan kalu dia sangat mencintaiku dan tak ingin kehilanganku akhirnya aku sadar akan kasih sayang dia yang tulus terhadap aku. Walau pada APRILFOOL dia sangat marah tapi aku merasa senang. aku sangat bahagia bisa bersama dia terasa nyaman kalu dekat dia namun semuanya hanya sementara keesokan harinya tanggal 2 April 2005 aku merasa ada yang aneh waktu itu aku sangat rindu akan dirinya rindu akan senyumannya rindu akan gurauannya ntah apa yang terjadi pada dia akupun tak tahu setelah tanggal itu aku kehilangan contac dengan dia selama sebulan aku tak tahu kabar dia akhirnya aku cuba untuk berfikir positif kalau tidak terjadi apap-apa ke dia dan semoga semua baik-baik saja.
Sebulan lamanya aku menunggu kabar dariya q merasa sangat Happy ketika dia menghubungiku kembali akhirnya kami bias call dan sms selayak sepasang kekasih waktu itu aku sedang study jauh dari dia jadi kami hanya bias berkomunikasi lewat call dan sms walaupun aku merasa plik kenapa cara message dan suaranya berbeza. Aku menanyakan kenapa suaranya berbeza dia mnjawab sedang tak sihat dan aku menanyakan kenapa sebulan lebih tidak ada kabar dia cakap dia just patah tangan xcident, hamper selama 6 bulan aku menahan kerinduan kepadanya akhirnya aku berfikir untuk pulang waktu cuti smester karena aku mahu berjumpa dengan dia dan akhirnya cuti smester aku pulang kerumah besoknya aku berniat untuk bertemu dengan dia aku call dia dan cakap kalu aku besok mahu berjumpa dengannya dia mengelak akhirnya aku ugut (memaksakan) untuk bertemu akhirnya dia mengalah dan mahu bertemu denganku alangkah bahagianya hatiku untuk manantikan esok harinya akupun tidur lebih awal untuk menunggu esok pagi untuk bertemu dengan dia.
Pagi itu aku bangun tidur dengan semangat dan mulai menyiapkan diri untuk berjumpa setelah berada ditempat janji untuk berjumpa, tapi betapa luluhnya hatiku bila yang datang adalah adik dia bukan dia akhirnya semua rahasia terbongkr aku menanyakan kemana abang? Adiknya pun cakap kalu abang dah takder (meninggal) kak 6 bulan yang lepas, dia meninggal setelah koma beberapa jam akibat xcident setelah motor dia jatuh dan sebelum abang meninggal dia sempat berpesan ketika dia tersedar dari koma dia cakap kalau dia ingat number kakak kalu kakak message atau call jawab call akak macam cara abang. coz abang tak lama lagi dalam dunia ni, jangan biarkan setitis pun air mata akak jatuh jangan buat dia tahu yang abang dah takder (meninggal) abang nak tengok dia tersenyum dan tak sedih atas keperergian abng, abang nak dia merasa abang terus hidup walau pun abang dah takder...ini amanah abang yang terakhir. Itulah kata-kata terakhirnya. Mendengar penjelasnya berderai air mataku 5 bulan masagen dan call dengan orang yang dah pergi jauh .aku mohon nak melawat pusara arwah (mau melihat makam almarhum), tapi adiknya cakap ada amanat tak boleh dipecahkan sebelum abang meninggal abang minta jasadnya dikebumikan jauh supaya kakak  tak dapat cari dan tak sedih setiap tengok pusara arwah. seharian aku mengis 4 thun juga aku tak pernah tahu dimana kubur almarhum. family arwah terus lost contectkan dan aku coz tatkala lihat aku dia pasti akan terkenangkan arwah betapa agungnya cintamu bang walau kau dah pergi selama 4 tahun aku masih ingat lagi kenagan kita...kau memberi aku semangat tat kala aku putus asa...kau akan mnjadi memori paling indah padaku sampai bila-bila (kapanpun) walau kisah cinta kita hanya seketika...


Satu April Untuk Kita
Detik ini aku masih merasa mendengarkan suaramu
Detik ini aku masih merasakan sayatan tawamu
Hingga detik inipun kenangan itu tetap membekas
Seiring bergulirnya waktu yang berkejar-kejaran aku trus memikirkanmu
entah sampi kapan prihal ini akan berakhir
namun, mengingatmu dah cukup mengundang senyum semangatku
Trimaksih untuk cinta tulusmu,
terimakasih untuk kenangan 1 Aprilmu
Hanya setitis do’a yang bias ku helakan disetiap sujudku
agar kau bias menari dan tersenyum diatas sana…
(Dedy Kurnia Putra/Indonesia)

Rabu, 29 Desember 2010

tegukan kecerian

seteguk kehampaan tlh q jalani
hanya membekas dikala mlm yg gundah,
namun semua tlh sirna saat q mulai mengukir jejak2 indah bersama kalian,
tertawa dlm detik khidupan bersuka dikala senja memanja
seakan inginkan waktu kan tetap berjalan ditempat...
hanya kalian yg menorehkan kecerian ini teman...

Rabu, 03 November 2010

senyum hangat Mu (Ibu) dan gandengan dingin nya Sahabat

Lupakan hasrat kesuraman yang ada tanpa aq sadari q punya sejuta impian, seribu lambaian tangan dari harapan sahabat, Sejenak terpikirkan oleh q dimasa muda yang penuh tawa menikmati saat-saat yang suram dengan penuh kepastian berlari menjelang sore untuk menyemarakkan suasana fajar merunduk. Begitu indah, begitu haru, begitu damai. percikan dawai gitar selalu mengiringi keakaraban kita mengusir kegundahan hingga bintang malam tesenyum terbawa gurauan suka, alur jalan yang selalu jadi saksi keegoan kita selalu melambaikan dan memberi naungan kerinduan kebersamaan. Rindu sungguh suasana alunan merdu sang pengamen saat kita menikmati secangkir teh yang diiringi gelak tawa yang menghiasi persahabatan kita. Disini dikesepian jiwa aku hanya bisa tersenyum menikmati lamunan kenangan dimasa itu kerinduan yang menerobos menghujam hati untuk selalu melangkah pulang namun semua hanya mimpi yang terkubur mati saat q terhentak atas lamunan manja terfikir oleh ku disini dikota yang selalu mati q punya segudang ceria yang akan tergores diindahnya puncak dimasa nanti senyuman semangat dan helaian harapan sang bunda selalu mengiringi lembar langkah untuk mengukir aluran bekal dijagat suci ini. hanya goresan tinta ini untuk menyejukkan hati yang kesepian dikala rembulan bersenandung merdu. 

Senin, 01 November 2010

Kuliah Diantarin Si Embek?

Aku tak tau pada siapa akan mengadu sembilu ini, sekarang aku benar-benar mati kutu diakhir semester ini untuk membayar tunggakan-tunggakan  SPP disekolah entah apa yang akan ku perbuat agar tetap menyambung pendidikan ini. Begitulah  setiap malam aku selalu menghelakan nafas ini dan mencoba menjawab ujian dari sang pencipta, selesai shalat isya dan mengerjakan pelajaran yang diberikan guru tadi pagi aku bergegas naik ketempat tidur dan membuka jendela sambil merenung melihat rembulan hingga aku tertidur. Pagi harinya seperti biasa aku menuju sekolah dan berpamitan kepada bibi dan pamanku karena aku tinggal dirumah mereka semenjak ibuku meninggal. Aku bingung  akankah pendidikan ku hanya sampai disini? Padahal  tiga bulan lagi aku akan melaksanakan ujian akhir, hah….. tuhan jika kau beri kesempatan aku akan memanfaatkan kesempatan itu, tanpa sengaja aku menjatuhkan air mata didepan gerbang sekolah. “adil” sepertinya ada yang memanggil dan menepuk pundak q dari belakang, aku segera berbalik untuk menengok kearah yang membuatku kaget. “maaf pak” ternyata pak akhmad supriyatna kepala sekolah disekolah ku. “kenapa kamu sendirian di gerbang dan sempat menjatuhkan air mata?” beliau sambil memegang pundakku, sebenarnya ada masalah apa sampai kamu seperti ini?”. Aku tak tahu apa yang harus aku jawab, E,,,,begini pak,,, saya,,, (Tet…………tet………tet……….) Belum sempat menjawab bel kelas berbunyi, “ya sudah..nanti sepulang sekolah kamu menghadap saya,,,diruangan”. “iya pak’ saya masuk dulu…permisi pak…”. Aku melangkah menuju kelas, dikelas aku benar-benar ga bisa mengikuti pelajaran hingga akhir jam sekolah… aku merasa harus mengakhiri pendidikan yang selama ini aku impikan… sepulang sekolah aku langsung menuju ruang kepala sekolah untuk memenuhi panggilan pak yatna tadi pagi. Ternyata pak yatna sudah menunggu dari tadi dan aku pun masuk keruangannya, “sebernarnya ada apa dil sampai tadi pagi kamu terlihat sedih sekali?”. Begini pak, saya bingung bagaimana saya harus membayar SPP yang menunggak selama tiga bulan ini?, sedangkan paman saya belum mendapatkan pekarjaan, untuk makan saja kami masih bingung pak. Aku hanaya bisa merunduk saat pak yatna menatap tajam kedua mataku, mukanya seakan marah atas tunggakan yang aku alami. Ruangan serasa hampa tanpa ada kata-kata yang terlantun dari pak yatna dan aku. Aku jadi semakin takut pak husni akan marah kepadaku… “minumlah dulu…” sambil menyodorkan air putih diatas meja… begini aja sayang kalau pendidikan kamu hanya sampai disini sebentar lagi kan ujian akhir kalau kamu mau kamu bisa mengembala kambing sekolah tiap pulang sekolah, karena sekolah mempunyai program pengembalaan untuk anak yang kurang mampu dan kamu akan bergabung dengan 24 anak lainnya, gimana? “Allhamdulillah…ya Allah….” Aku bersorak sorai didalam hati akhirnya do’aku dijawab… aku langsung setuju dengan apa yang ditawarkan oleh pak Yatna sambil mengucapkan terimakasih aku pamit pulang. besok adalah hari pertama aku untuk ngembala kambing yang banyaknya 30 ekor, mudah-mudahan dengan kambing ini bisa mengantar ku ke impian dimasa datang. Sekarang aku tak memikirkan SPP lagi sungguh mengasyikan tiap sore aku mengarakan kambing ke padang pengembalaan sambil kejar-kejaran hidup baru yang aku rasakan bagai tak terbayar… seiring menunggu kambing dipadang rumput aku selalu membawa buku pelajaran karna suasana dipadang rumput memberi ketenanngan untuk belajar…. Hari-hari aku jalani dengan senang karena aku tak harus memikirkan SPP dan menemukan hal yang baru dari hidup ini. Seiring berjalannya waktu aku sangat menikmati sekali dengan pekerjaan ini, sungguh aku telah jatuh cinta dengan peternakan satu nilai yang tak kan kulupakan para ternak sangat menikmati alam ini memanfaaatkan semua yang ada dialam ini. Seiring berjalannya waktu makin hari teman-teman pengembala makin berkurang hingga tersisa aku sendiri yang mengurusi 30 ekor kambing hampir tiap hari aku mendengar cacian orang-orang yang halaman rumahnya dimasuki oleh kambing-kambing yang aku lepas hah… sudah menjadi makanan sehari-hari dengar omelan dari tetangga, suatu ketika hal yang paling buat aku merasa bersalah adalah waktu aku mengikuti belajar tambahan disiang hari sepulang sekolah, biasanya sepulang sekolah aku langsung mengembala kambing pas ada belajar tambahan aku harus mengikat kambing ke pepohonan agar tidak mengganggu halaman rumah tetangga dan aku pergi mengikuti belajar tambahan, pertengahan belajar hujan tururn deras dan aku langsung lari ketempat aku mengikat kambing-kambing kasian sekali mereka karena kelalaian ku jadi kedinginan aku segera melepas ikatan dan membiarkan mereka berteduh aku yang sudah basah langsung mengikuti pelajaran lagi, tapi aku masih belum tenang dengan keadaan kambing yang berada diluar. Setiap hari sekarang aku mengurus 30 ekor kambing sendirian, tapi aku sangat menikmatinya.
            Masalah SPP tidak lagi jadi hambatan, namun hasil ujian yang terbilang bagus harus sia-sia, hanya nilai yang tidak bisa menjawab keinginan hati tuk meraih mimpi ke perguruan tinggi, karna orang tua yang sudah tidak ada dan financial,  hanya semangat yang ku punya. Padahal aku tak tau bagaimana rimbanya universitas. Pernah aku lantunkan semagat ku untuk meneruskan ke perguruan tinggi ke bibi, tapi belum sempat menyerahkan formulir yang ku bawa tetesan air mata bibi telah membuatku ngerti akan keadaan yang aku alami, hah…aku benar-benar bingung sekarang akhirnya aku segera kepengembalaan kambing untuk berbagi cerita hanya disini tempat ku menenangakan diri. Aku tak tahu apa yang harus ku perbuat keluarga sudah pasrah dengan semua ini hanya bisa meneteskan air mata harapan.
Esok harinya terdengar kabar dari sekolah bahwa kita mendapatkan undangan USMI, maka pak yatna memanggilku lagi bersama kelima temanku untuk dapat mengikuti USMI ini, aku tak percaya dengan semua ini dan membuat ku bertanya kepada pak yatna, “ohya pa saya beneran boleh ikut?, seruku”, setiap orang punya kesempatan kenapa kamu ga? Kamu yakin mau ikut? kata pak yatna, “yakin pak”, aku mempertegas jawabanku padahal hati berkata lain, “jangankan uuntuk biaya kuliah nanti sedang untuk pendaftarannya aku gak punya”. Tapi sudahlah yang penting aku harus ikut tes dulu. Namu biaya tak lagi ku pedulikan, sekarang yang penting aku bisa mendapatkan tempat di universitas, karena aku pikir dari SD sampai SMA ini aku tak pernah minta seperserpun untuk SPP apalagi jajan, aku yakin aku bisa untuk biaya kuliah nanti. Aku kembali mendatangi pak Yatna dan mengadu tentang apa yang selama ini menjadi problemku dan untuk konsultasi “ pak saya diterima di universitas dan karna kecintaan saya dengan peternakan saya mengambil Fakultas Peternakan di IPB, tapi yang jadi kendala bagai mana saya melunasi uang pendaftaran?” suasana hening kembali terjadi diruangan pak yatna ini yang kedua kalinya mengalami hal seperti ini, pak yatna terlihat mengkerutkan keningnya berfikir bagai mana mengatasi masalah yang aku hadapi, begini aja dil, aku mulai deg-degkan mendengar suara pak Yatna.. kambing yang selama ini kamu pelihara ternyata tidak ada lagi yang mau menerusin pekerjaan kamu, jadi kebijakan sekolah kambing ini akan dijual dan hasilnya dibagi dua untuk biaya masuk dan renofasi sekolah saya juga akan mengajukan beasiswa keperusahaan agar bisa membiayai hidup kamu selama masa kuliah…! Tak ada satu katapun yang bisa ku ucap selain meneteskan air mata haru didepan kepala sekolah yang aku anggap sebagai orang tua ku… aku tak henti-hentinya mngucapakan termakasih kepada pak Yatna yang telah mngorbankan kambing sekolah untuk mengantarku ke perguruan tinggi yang aku impikan selama ini, akhirnya kambing yang aku pelihara selama ini bisa mengantarkan aku keperguruan yang aku inpikan selama ini, semoga kambing juga bisa mengantarkan kesuksesan yang gemilang untuk kedepannya.

pejuang cinta

Hari-hariku tercipta untukmu
ku habiskan untuk menunggumu
takkan jenuh aku pilu dsni...

(**)
aku menunggu hingga kau mau
hingga kau cinta kepadaku
takkan pernah aku berdusta

(Reff)
Akulah pejuang cinta..
yang takkan menyerah mnantimu s'lamanya..
Akulah pejuang cinta...
yang takkan jenuh mencintaimu s'lamanya...

back to (**), (Reff)...

Akulah pejuang cinta..
yang takkan menyerah mnantimu s'lamanya..
Akulah pejuang cinta...
yang takkan jenuh mencintaimu s'lamanya...
hingga tutup usiaku...
hingga..tutup..usia....ku.....
tutup..usia..ku.. 
song by "Jacuzy band" (2007)

Minggu, 31 Oktober 2010

kegalauan putih abu-abu




ditembok itu pernah qt tuliskan nama dengan penuh harapan, dengan penuh rasa ego seakan pagar yang tertancap sebagai mainan ntuk slalu qt lompati. ingat akan karya-karya yang pernah kita ukir di kanvas putih abu-abu yang slalu mnjadi kerinduan akan akan senyuman hangat kalian...
berlari seakan tak ada ujung untuk slalu mengisi hari-hari indah itu, tawamu, tangismu, bahkan lukamu slalu q ingat.. 
kawan... kpnkah kita akan berbagi lagi saat-saat seperti dlu akankah menunggu hingga malaikat menjmput qt? harapan dalam hati sangat menggebu-gebu seakan tak tertahan lagi saat melihat foto kusam qt... ingin rasanya berbagi dengan kalian yang salau menghapuskan sedih dengan tawa indah... percayalah hati qt masih sama hati yang slalu rindu dan berbagi....
smakin q merunduk akan tak tampak cahaya itu. berdri menelusuri jalan ini seakan pengwal dibelakangq slalu siap menjaga raga  ini... q harus slalu bermain api dengan persiapan segudang air agar semua bisa q atasi, percaya harapan itu masih ada selama niat tulus menyertaimu...